Senin, 22 Agustus 2016

Trip to Gunung Munara, Bogor

          Haloooo, terimakasih sudah menyempatkan waktunya untuk sesuatu yg ga berguna seperti mengunjungi blog ini hehe. Aku mau cerita tentang perjalananku ke Gunung Munara pada bulan Mei 2016. Lokasi tepatnya di daerah Rumpin, Kabupaten Bogor. Meski namanya "gunung" namun sesungguhnya lebih tepat kalo disebut bukit karena ga tinggi (1119 mdpl). Perjalanan dimulai dari Ciputat, Tangerang Selatan jam 7 pagi dengan menggunakan motor. Perjalanannya membutuhkan waktu 2 jam, karena masuk ke daerah banget, jalannya juga ga selalu mulus, jalan yang awalnya aspal mulus, mulai berubah menjadi bebatuan kerikil, apalagi saat udah masuk daerah Rumpin. Kalo sudah sampai Rumpin, tanya aja warga setempat lokasinya, karena gapura masuk situs Gunung Munara kecil, ga terlalu keliatan kalo mata ga awas. 
        Tiket masuk situsnya Rp.10.000 rupiah, itu ga termasuk tiket parkir dan terkadang ada pungutan liar. Pendakian cuma butuh waktu sekitar 1 jam dan lumayan banyak keringat yang keluar. Di sepanjang pendakian terdapat warung-warung yang jual minuman, jadi ga perlu takut haus tp kalo mau hemat bawa aja minuman dari luar, karena disana agak mahal. Jalur pendakian bisa kita tempuh dengan jalan setapak. Sepanjang perjalanan kita bakal disuguhkan dengan pepohonan, jadi ga usah takut kepanasan. Waktu yang tepat untuk mendaki sebaiknya pada musim buah, karena sepanjang perjalanan kadang kita menemukan pohon rambutan dan buah-buahan lain, lumanyan buat ngemil sepanjang perjalanan.
      Gunung munara mempunyai 3 puncak, puncak ketiga merupakan batu besar yang bisa dinaiki oleh beberapa orang saja, jadi kalo lagi rame harus antri. Puncak kedua merupakan tebing-tebing yang sulit dinaiki dan berbahaya. Puncak tertinggi gunung munara merupakan dataran yang cukup luas dan ditumbuhi banyak pohon, jadi meskipun paling tinggi tapi suasananya teduh. Kadang di puncak juga ada orang-orang yang berkemah. Suasananya yang adem dan pemandangan yang luas membuat kita bakal betah berlama-lama di puncaknya. Sekian cerita perjalananku ke Gunung Munara. Terimakasih